Wednesday, July 29, 2020

Interaksi sosial


Manusia merupakan makhluk sosial yang dituntut bisa menjalin hubungan dengan manusia yang lain. Sehingga mereka saling berhubungan dalam kelompok. Hubungan timbal balik inilah yang disebut interaksi.

S. S Sargent menyebut pengertian interaksi sosial yaitu pandangan tentang tingkah laku sosial yang dilakukan seseorang dalam suatu lingkup kelompok seperti fungsi seseorang dan dimana struktur orang tersebut dalam kelompok. Sedangkan H. Bonner menyebut definisi interaksi sosial merupakan hubungan dari dua atau lebih manusia / individu yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Kondisi yang bisa menyebabkan interaksi sosial bisa terjadi :
1. Interaksi antara seseorang dengan orang lainnya
2. Interaksi seseorang dengan kelompok, contohnya : siswa baru yang harus berinteraksi dengan teman barunya di kelas.
3. Interaksi antara kelompok dengan kelompok, misalnya : klub sepak bola bertanding dengan klub sepak bola lainnya.

Interaksi sosial menjadi pondasi terjadi proses sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan bersama, pendapat ini disampaikan oleh Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi. Selanjutnya kehidupan bersama diartikan sebagai sektor-sektor kehidupan yang ada disekitar kita. misalnya sektor pendidikan, ekonomi, politik dan hukum. Sektor-sektor tersebut saling mempengaruhi dalam kehidupan sosial dalam kelompok manusia.


Syarat terjadinya interaksi sosial

1. Adanya kontak sosial
Secara bahasa kontak merupakan penggalan dari dua kata dalam bahasa latin “con” dan “tangere”. Secara harfiah bisa diartikan con = bersama-sama dan tangere = menyentuh, bisa dikatakan kontak merupakan saling menyentuh secara fisik dari seseorang kepada orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari jika kita bertemu kemudian bersalaman dan saling berbicara itu bisa menjadi contoh dari kontak sosial.

Kontak sosial menurut Karl Mannheim bisa dibagi menjadi dua macam :
- Kontak primer yaitu terjadinya pertemuan secara langsung atau tatap muka.
- Kontak sekunder berarti pertemuan atau tatap muka dipisahkan oleh jarak dan waktu, untuk kontak sekunder masih dibagi dua yaitu :
a) Kontak sekunder langsung dimana masing-masing pihak yang melakukan interaksi sosial saling bertemu secara real time (waktu yang sama) tetapi terpisah jarak yang berbeda, biasanya kontak ini menggunakan media seperti : internet (media sosial) dan telepon.
b) Kontak sekunder tidak langsung, dalam melakukan interaksi memerlukan pihak ketiga sebagai  penerima informasi dari suatu pihak dan pemberi informasi kepada pihak yang lainnya.

Bentuk kontak sosial bisa dibagi menjadi 3 macam, adalah :
a) Kontak sosial antara seseorang dengan orang lainnya, misalnya interaksi kita dengan teman kita.
b) Kontak sosial antara seseorang dengan suatu kelompok, misalnya seorang siswa dengan kelompok di kelasnya.
c) Kontak sosial antara kelompok dengan kelompok, misalnya pertandingan voli antara satu klub dengan klub lainnya.

2. Komunikasi
Secara umum komunikasi berarti suatu cara yang digunakan manusia untuk menyampaikan pesan kepada manusia yang lain. Park dan Burgess juga memberikan arti sebagai suatu proses penerima tanda atau rangsang dan meneruskannya memakai gerakan-gerakan dan bahasa lisan. Bahasa menjadi alat komunikasi utama oleh manusia dalam berkomunikasi dengan yang lainnya. Selain itu juga ada gerakan-gerakan tubuh yang bisa dimengerti sebagai sebuah komunikasi, misalnya “menggeleng” berarti “tidak” dan mengangguk berarti “ya”.

Karakteristik atau ciri-ciri interaksi sosial
a) Dilakukan oleh dua orang atau lebih
b) Pelaku menggunakan bahasa atau gerakan untuk berkomunikasi dengan yang lainnya
c) Mempunyai dimensi waktu, dari masa lalu, sekarang dan yang akan datang
d) Memiliki tujuan tertentu yang disepakati bersama

No comments:

Post a Comment

Blog Saya Yang Lain