Monday, November 13, 2017

Konflik dalam kehidupan sosial

Menurut Kartono,  pengertian konflik yaitu suatu proses sosial yang memiliki sifat antagonistik yang kadang-kadang tidak dapat diselaraskan yang disebabkan kedua belah pihak yang mengalami konflik mempunyai struktur nilai,tujuan dan sikap yang berbeda yang terlihat dari tingkah laku yang menunjukkan perlawanan  baik secara langsung, tidak langsung, terkontrol, halus, tersembunyi ataupun secara terbuka dengan beberapa tindakan yang menjurus pada kekerasan fisik.
Sedangkan pendapat Robert M.Z.   beliau mengartikan konflik yaitu sebagai sebuah perjuangan dengan tujuan untuk mendapatkan hal-hal khusus,  seperti keuntungan, kekuasaan, nilai dan status dalam lingkungan masyarakat.  Dalam kaitan itu seseorang harus bisa mengalahkan pesaingnya.  Terjadinya konflik tercipta karena adanya benturan kepentingan dan kekuatan dari satu individu dengan individu lainnya ataupun satu kelompok dengan kelompok lainnya untuk memperoleh dan memperebutkan sumber daya yang yang jumlahnya terbatas.


Faktor penyebab konflik
Konflik terjadi karena adanya perbedaan,  beberapa perbedaan yang menjadikan Konflik terjadi adalah sebagai berikut:
1.  perbedaan perorangan atau individu
Setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda, karakter tersebut terbentuk dari dalam dirinya dan ditempa oleh lingkungan. Masing-masing manusia mempunyai perilaku yang unik yang berbeda dengan manusia lainnya. Perbedaan perilaku tersebut memunculkan rasa suka dan tidak suka dari masing-masing individu. Yang akhirnya bisa menjadikan konflik.  Misalnya:  pandangan orang terhadap musik dangdut,  sebagian orang akan merasa terhibur dengan musik tersebut, tetapi sebagian yang lain akan merasa terganggu dan tidak suka dengan musik tersebut.
2.  perbedaan kebudayaan
Kebudayaan yang berbeda-beda pada setiap masyarakat  memunculkan karakter yang  perbedaan dari masing-masing kelompok masyarakat.  Setiap masyarakat mempunyai norma dan nilai sosial yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang menimbulkan konflik yang sulit dihindari jika kedua kelompok itu bertemu,  Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan tingkat kriteria tentang pantas atau tidak pantas, sopan dan tidak sopan ataupun tentang suatu berguna atau tidak berguna.
3. perbedaan kepentingan
Setiap anggota masyarakat mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam berbagai sektor kehidupan.  Dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, politik dan sektor lainnya memberikan warna terhadap kepentingan-kepentinganyang ada dalam masyarakat. Sebagai misal:  ketika Pemilu terjadi konflik kepentingan karena setiap partai saling bersaing untuk mendapatkan dukungan dari rakyat.
4. perubahan-perubahan norma dan nilai yang berjalan dengan cepat
Karena beberapa hal,  norma dan nilai dalam masyarakat bisa berubah secara cepat. aturan atau undang-undang bisa dibuat untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan perkembangan dunia yang ada. misalnya aturan Dua Anak Cukup yang dibuat oleh pemerintah agar bisa mengurangi laju pertumbuhan penduduk,  tetapi aturan ini tidak sepenuhnya bisa berjalan dengan lancar karena masih ada sebagian masyarakat yang berpendapat " banyak anak banyak rejeki" perbedaan pemahaman ini bisa menimbulkan konflik di dalam masyarakat, karena sebagian setuju dan sebagainya lain tidak setuju.  Maka dari itu  norma atau aturan harus disosialisasikan dengan baik dan masyarakat juga harus segera atau secepatnya menyesuaikan diri dengan norma-norma yang baru.

Akibat-akibat konflik
A. Renggangnya hubungan individu-individu dalam masyarakat
B. Adanya perubahan pada kepribadian individu yang mengalami konflik
C. hancurnya harta benda  dan adanya korban jiwa
D.  memunculkan solidaritas dalam internal kelompok
E. munculnya akomodasi,  dominasi,  dan penguasaan terhadap kelompok yang mengalami kekalahan

Cara menangani konflik
1. Kolaborasi, cara ini dilakukan dengan mengurangi ketegangan dari masing-masing pihak untuk memulai perundingan dan diskusi tentang akar masalah konflik serta berupaya untuk memecahkan masalah tersebut.
2.  Tawar-menawar, kedua belah pihak bisa mengajukan tawaran-tawaran  terhadap tuntutan yang mereka inginkan,  tawaran tawaran tersebut bisa dikompromikan dengan saling mengurangi tuntutan-tuntutan yang ada,  sehingga bisa tercapai suatu kesepakatan menuju perdamaian.
3. Menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain, individu bisa melakukan  penyesuaian-penyesuaian pada dirinya agar Geisha sesuai dengan keinginan orang lain disekitarnya. Hal ini dilakukan agar kehidupan menjadi serasi dengan kehidupan orang lain yang ada di masyarakat.
4. Memaksakan kehendak,  cara ini dilakukan dengan usaha untuk memenangkan konflik yang ada. Dengan  kemenangan yang diperoleh akan bisa memaksakan kehendak kepada pihak yang kalah dan segera setelah itu konflik bisa berakhir.

5.  Menghindar,  mungkin cara ini yang paling lazim dilakukan,  apabila ada konflik yang akan terjadi maka cara yang paling gampang adalah menghindari dengan menjauhi individu atau kelompok yang berpotensi berkonflik dengan kita.

No comments:

Post a Comment

Blog Saya Yang Lain