Wednesday, July 26, 2017

Persamaan dan Perbedaan Karakteristik Negara-negara Asean

Persamaan Negara-negara Asean
a. Iklim
Bisa dikatakan negara-negara di Asean beriklim tropis karena secara astronomis berada di sekitar garis katulistiwa, hanya sedikit wilayah Myanmar bagian utara yang masuk pada wilayah iklim sub tropis. Hal ini menyebabkan suhu di negara-negara tersebut cenderung panas dan sangat cocok untuk pertanian.
b. Sumber daya alam
- Pertanian : Sebagian besar penduduk Asean adalah petani, terutama menanam padi sebagai makanan pokok. Selain itu dengan daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi yang berderet dari semenanjung malaka sampai ke Indonesia menciptakan tanah yang subur bagi wilayah Asean. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhan berupah sayur dan buah-buahan bisa tumbuh subur di hampir seluruh negara Asean. Selain itu ada beberapa produk perkebunan unggulan negara-negara Asean yang berkualitas ekspor, seperti : kopi, teh, kelapa sawit, tembakau dan karet.
- Peternakan dan perikanan : Usaha peternakan seperti : Sapi, kambing, ayam dan lain-lain juga dikembangkan di negara Asean, selain untuk kepentingan dalam negeri dan juga untuk di ekspor ke negara lain. Selain itu dengan wilayah laut yang luas juga bisa menghasilkan komoditi ekspor ke negara lain, seperti Jepang dan Uni Eropa.
- Pertambangan : sektor yang satu ini memang hampir negara Asean memiliki, terutama minyak bumi telah mendukung perekonomian negara-negara Asean, misalnya Brunei, Malaysia, Indonesia, Dll. Selain itu negara Asean juga memproduksi batubara, nikel, biji besi, emas, dll. Produksi pertambangan tersebut turut membantu peningkatan kesejahteraan rakyatnya.
Perbedaan Negara-negara Asean
a. Bentuk Negara
Ada perbedaan dalam melaksanakan pemerintahan negara-negara Asean, ada sebagaian yang berbentuk kerajaan seperti : Thailand, Brunei Darussalam dan Malaysia, sedangkan sebagian yang lain berbetuk republik, Misalnya : Indonesia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos dan Filipina. Pada kerajaan di pimpin oleh Raja atau Sultan dengan dibantuk oleh perdana menteri, sedangkan pada negara republik dipimpin oleh seorang presiden.
b. Kebudayaan
- Bahasa : Setiap negera Asean memiliki bahasa nasionalnya sendiri-sendiri, misalnya : Bahasa Indonesia (Indonesia), Bahasa Melayu (Malaysia dan Brunei), Bahasa Thai (Thailand), Tagalog (Filipina), Mandarin (Singapura), Lao (Laos), Bahasa Khmer (Kamboja), Bahasa Vietnam dan Bahasa Myanmar.
- Kesenian : Bentuk kesenian juga memiliki keragaman satu negara dengan negara lain di Asean, hal ini terlihat dari seni tari, seni pertunjukkan dan seni rupa yang berbeda satu dengan lainnya. Potensi ini menjadi daya tarik bagi turis asing untuk berkunjung ke negara-negara tersebut.
c. Penduduk
- Suku Bangsa : Dalam wilayah Asean terdapat banyak sekali kelompok suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan karakter yang berbeda, Misalnya : Jawa, Sunda, Melayu, dll (Indonesia), suku bangsa Thai (Thailand), Melayu (Malaysia, Singapura dan Brunei), Tiongkok (Singapura), Tibet Burma (Myanmar), Laosian (Laos), Khmer (Kamboja), Filipino (Filipina) dan Bangsa Vietnam.
- Agama : Penduduk Asean mempunyai keragaman pemeluk agama, misalnya : Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan beberapa keyakinan lokal yang dimiliki oleh penduduk beberapa negara Asean.

Potensi-potensi alam dan budaya yang perlu dikembang di negara-negara Asean
1. Sumber daya hutan bisa dikembangkan untuk produksi kayu, obat-obatan, rotan dan bisa juga dijadikan tempat wisata.
2. Sumber daya tambang yang melimpah bisa jadi pendukung perkembangan industri yang ada di negara-negara Asean dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor untuk mendapatkan devisa.
3. Pertanian bisa dilakukan lebih modern agar produksi pertanian di kawasan Asean bisa meningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduk Asean yang terus meningkat pesat jumlahnya.
4. Pemandangan alam tropis yang indah bisa menjadi tujuan wisata dunia
5. Hasil laut berupa ikan, kepiting, tripang, rumput laut dan lain sebagainya bisa menjadi produk unggulan pada tiap negara Asean.

Berikut Persentasi powerpoint tentang negara-negara Asean bisa didownload di bawah ini
1. Indonesia download di sini
2. Malaysia download di sini
3. Thailand download di sini
4. Vietnam download di sini
5. Singapura download di sini
7. Myanmar download di sini
8. Kamboja download di sini
9. Brunei Darussalam download di sini
10. Filipina download di sini

Monday, July 24, 2017

Cerita pendek atau cerpen

Cerpen atau kepanjangannya cerita pendek yaitu suatu cerita yang berbentuk prosa naratif fiktif. Dalam suatu cerita pendek cerita cenderung padat dan langsung pada tujuan cerita. Karena bentuknya yang pendek membuat cerpen yang berhasil biasanya mengandalkan teknik-teknik sastra yang terdiri atas yang terdiri atas tema, plot, tokoh, bahasa dan Insight yang lebih luas jika dibandingkan dengan cerita fiksi lain yang lebih panjang.
Sedangkan ciri-ciri cerpen yaitu :
1. Penokohan dibuat dengan sangat sederhana
2. Mempunyai alur lurus dan tunggal
3. Bisa dibaca dalam waktu singkat
4. Terdiri atas kurang dari 10000 kata
5. Terbentuk tulisan yang pendek, padat dan singkat

Unsur intrinsik cerita dalam cerpen
Cerpen mempunyai beberapa unsur intrinsik yang terdiri atas:
a. Amanat yaitu pesan yang disampaikan oleh penulis dari karya yang dibuat
b. Sudut pandang yaitu posisi tata letak penulis dalam membawakan cerita yang dia tulis
c. Latah yaitu situasi, kondisi tempat dan waktu yang ada dalam tulisan cerpen
d. Penokohan yaitu gambaran dan pengembangan watak dari pelaku yang ada dalam cerita
e. Alur yaitu urutan cerita atau rangkaian kejadian yang dicoba untuk direka dalam jalannya cerita
f. Tema yaitu pokok gagasan atau gagasan utama dalam sebuah cerita

Menulis Cerita Pendek
Dalam kehidupan pasti setiap orang mengalami suatu pengalaman atau peristiwa yang mempunyai kesan. Dari peristiwa-peristiwa hidup tersebut bisa menjadi ide cerita untuk cerpen. Dengan langkah-langkah yang teratur dan sesuai dengan prosedur maka seseorang bisa membuat cerpen dengan baik. Berikut ini langkah-langkah menulis cerpen, yaitu :
a. Mencari dan menentukan tema  yang akan ditulis
b. Menyusun kerangka cerita yang dimulai dari pembukaan, isi sampai pada penutup
c. Membentuk tokoh dan penokohan
d. Mengembangkan kerangka yang sudah disusun menjadi cerpen yang utuh
e. Memberikan amanat di dalam cerpen yang dibuat

Saturday, July 22, 2017

Letak geografis dan astronomis negara-negara ASEAN

Kelompok negara Asia Tenggara tergabung dalam satu organisasi regional yang disebut ASEAN atau Association of South East Asian Nation yang memiliki anggota sampai saat ini 10 negara. Sejarah berdirinya Asean dimulai dari Deklarasi Bangkok oleh 5 negara yaitu : Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Singapura pada tanggal 8 Agustus 1967. Kemudian seiring berjalannya waktu, anggota Asean bertambah 5 negara lagi yaitu : Brunei Darussalam, Laos, Nyanmar, Vietnam dan Kamboja.

Letak Geografis Asean
Secara nyata di muka bumi atau secara geografis Asean mempunyai wilayah sebagai berikut :
a. Negara dengan letak paling utara yaitu Myanmar
b. Negara dengan letak paling selatan adalah Indonesia
c. Negara yang letaknya paling Barat yaitu Myanmar
d. Negara yang letkanya paling timur adalah Indonesia
Hampir semua negara Asean memiliki wilayah laut, kecuali Laos yang hanya memiliki wilayah daratan. Jika dihitung wilayah laut negara-negara Asean mencapai kurang lebih 5.060.100 km2, sedangkan wilayah darat mencapai kurang lebih 4.817.000 km2. Produksi hasil laut negara-negara menyumbang porsi yang cukup besar terhadap kesejahteaan rakyat Asean. Selain itu posisi Asean juga cukup strategis karena diapit oleh dua samudera (Hindia dan Pasific) dan dua benua (Asia dan Australia).

Letak Koordinat Asean
Secara astronomis Asean terletak pada garis lintang paling utara 290 LU, sedangkan garis lintang paling selatan terletak pada 110 LS, untuk garis bujur paling barat 920 BT dan garis bujur paling timur Asean terletak pada 1410 BT. Sehingga dapat ditulis garis astronomis Asean yaitu 290 LU s.d. 110 LS dan 920 BT s.d. 1410 BT.
Dari garis astronomis di atas menunjukkan sebagian besar wilayah Asean terletak pada Iklim tropis dan sedikit wilayah merupakan iklim sub tropis. Adanya iklim yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap budaya, mobilitas dan interaksi manusia setiap negara-negara Asean. Perbedaan terlihat dari bentuk rumah, makanan, cara berpakaian, kesenian dan lain sebagainya.

Berikut ini letak garis  bujur, garis lintang dan iklim negara-negara Asean
1. Negara Indonesia pada 6˚LU s.d. 11˚LS & 95˚ BT s.d. 141˚BT mempunyai iklim tropis
2. Negara Filipina pada 5˚LU s.d. 21˚LU & 117˚BT s.d. 126˚BT beriklim tropis
3. Singapura pada 1˚15’ LU s.d. 1˚26’ LU & 103˚BT s.d. 104˚BT  memiliki iklim tropis
4. Malaysia pada 1˚LU s.d. 7˚LU & 100˚BT s.d. 119˚BT  mempunyai iklim tropis
5. Thailand  pada 5˚LU s.d. 21˚LU & 97˚BT s.d. 106˚BT  beriklim tropis
6. Myanmar pada 10˚ LU s.d. 29˚ LU & 92˚ BT - 101˚ BT beriklim tropis dan sub tropis
7. Kamboja pada  10˚ LU s.d. 14˚ LU & 102˚ BT s.d. 108˚ BT  memiliki iklim tropis
8. Brunei Darrusalam 4˚ LU s.d. 5˚ LU & 114˚ BT s.d. 115,5˚ BT beriklim tropis
9. Vietnam pada 8˚ LU s.d. 23˚ LU & 102˚ BT s.d. 109˚ BT  berikim tropis
10. Laos 14˚ LU s.d. 22˚ LU & 100˚ BT s.d. 107˚ BT dan mempunyai iklim tropis

Dari bentuk geografis negara-negara Asean mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :
  1. Protruded atau mempunyai bentuk yang beragam serta kompleks dengan bentuk yang memanjang menyerupai tangan, misalnya Myanmar dan Thailand.
  2. Elongated atau memiliki bentuk yang memanjang, misalnya Vietnam
  3. Fragmented atau mempunyai bentuk terdiri atas banyak pulau yang terpisah-pisah, misalnya Filipina dan Indonesia
  4. Compact atau bentuknya hampir bulat separti lingkaran, misalnya Kamboja

Pengertian Ketahanan pangan

Ketahanan pangan adalah suatu kondisi sudah terpenuhinya pangan untuk perseorangan sampai tingkat negara yang terlihat dari tersedianya pangan dalam jumlah yang cukup, mempunyai mutu yang baik, layak untuk dikonsumsi, macam-macam jenisnya, gizi yang cukup tinggi, merata dan mudah terjangkau untuk mendapatkannya, serta tidak bertentangan dengan ajaran agama, kebudayaan dan keyakinan masyarakat, agar masyarakat bisa hidup sehat, produktif dan aktif secara berkelanjutan.
Ketersediaan pangan
Produksi pangan di suatu wilayah menentukan jumlah ketersediaan pangan di wilayah tersebut. Jumlah produksi yang tinggi memunculkan mekanisme pasar dalam perdagangan yang menghasilkan transaksi pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus bisa menentukan cadangan pangan yang harus disimpan oleh pemerintah. Ketersedian pangan ini sangat membantu dalam menstabilkan harga pangan pada suatu wilayah negara.  Tinggi rendahnya produksi pangan tergantung pada beberapa faktor, misalnya: Irigasi, curah hujan, jenis tanah, iklim dan lain sebagainya. Selain itu pemberian modal kepada petani dalam bentuk pinjaman lunak bisa juga menjadi salah satu faktor penentu peningkatan produksi pangan.
Akses pangan
Kemudahan masyarakat dalam memperoleh pangan di beberapa wilayah di Indonesia tolong masih rendah. Banyak masalah dan kendala yang mempengaruhi sulitnya akses pangan tersebut, ada 3 faktor yang mempengaruhi akses pangan, yaitu:
a. Aspek fisik atau ketersediaan pangan serta infrastruktur
b. Aspek sosial atau tingkat pendidikan masyarakat
c. Aspek ekonomi atau daya beli masyarakat
Akses pangan juga dipengaruhi oleh infrastruktur transportasi yang bisa pemuda alur distribusi pangan dari satu daerah ke daerah lain. Hal ini penting karena sebagian dari jenis pangan merupakan produk yang cepat rusak. Selain itu juga harus ada tempat pengolahan pangan dan penyimpanan pangan sehingga produk pangan bisa bertahan lama dan awet.
Pemanfaatan pangan
Pemanfaatan pangan harus dimiliki oleh setiap rumah tangga agar setiap individu mampu mendapatkan zat gizi dan bisa memanfaatkan pangan tersebut secara efektif dan efisien oleh tubuh.

Thursday, July 20, 2017

Masyarakat Kota

Pengertian Kota adalah suatu wilayah yang memiliki pemukiman yang terlihat secara fisik terdiri atas rumah-rumah dan bangunan lainnya dengan beracam-macam fasilitas yang bisa mendukung kehidupan penduduknya secara mandiri. Penduduk kota memiliki berbagai macam profesi dan pekerjaan dalam segala bidang, terutama bidang industri, perdagangan dan jasa. Jika seseorang hidup di kota berarti dia tinggal dalam lingkungan dengan beranekaragam perbedaan kebudayaan, latar belakang, suku bangsa, profesi, kepercayaan dan kelas sosial.

Di kota hampir semua kebutuhan penduduknya bisa dipenuhi dengan fasilitas pemerintahan, kesehatan, pendidikan dan hiburan yang serba lengkap. Hidup dalam pemukiman yang saling berdekatan bahkan berdesak-desakan. Hampir semua lahan terpakai sebagai tempat tinggal sampai ke bantaran sungai sehingga menimbulkan banyak pemukiman kumuh. Meskipun lingkungan penduduk yang saling berdekatan dan terlihat sangat ramai, sejatinya penduduk kota berada pada kehidupan sosial yang saling berjauhan dan individualis, hal ini disebabkan kehidupan penduduk kota banyak diatur oleh hukum-hukum formal, misalnya : jam kerja yang ketat, aturan birokrasi, aturan lalu lintas, kegiatan ekonomi dan lain sebagainya.

Tingkat aktivitas penduduk yang tinggi yang disertai dengan persaingan sosial yang tinggi menyebabkan penduduk kota menjadi mempunyai kepribadian yang individualis, materialistis, rendahnya interaksi sosial, tergesa-gesa dan ada perasaan yang tidak nyaman.

Ciri-ciri masyarakat kota
  1. Populasi penduduk yang banyak, padat serta heterogen
  2. Penduduk mempunyai pendidikan tinggi, etos kerja tinggi, menghargai waktu dan memilki kebebasan berekspresi
  3. Profesi yang bermaca-macam sesuai dengan kemampuan, pendidikan dan keahlian
  4. Masyarakat tidak terlalu tergantung dengan keadaan alam
  5. Individualis dan kurang bergaul satu dengan lainnya
  6. Adanya persaingan antar warganya yang sangat ketat untuk mendapatkan kekuasaan ekonomi, sosial dan politik

Masyarakat Desa

Desa merupakan suatu wilayah yang ada di luar daerah kota yang kehidupannya lebih tradisional. Sedangkan pengertian masyarakat desa adalah suatu masyarakat yang memiliki pekerjaan utama sebagai petani pada bidang bercocok tanam, peternakan, perikanan atau kombinasi dari bidang-bidang tersebut, hal ini dikarenakan kondisi alam dan kehidupan sosial masih mendukung kegiatan pertanian tersebut karena lahan-lahan sawah, ladang atau pekarangan masih sangat luas jika dibandingkan dengan pemukiman.

Selain itu dengan penduduk yang masih sedikit dengan pola sosial yang tradisional juga membuat masyarakat desa masih terikat dengan adat-istiadat yang sudah berlaku dalam jangka waktu yang lama. Adat istiadat ini berlaku secara kolektif, setiap warga harus bisa menempatkan diri untuk bisa bekerja sama, gotong royong dan bantu membantu, sedikit ruang bagi sifat indivdualis, yang ada sifat sosial yang tinggi antar warganya. Selain itu adanya kontrol sosial yang tinggi sehingga bisa mencegah terjadinya perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku.

Ciri-ciri Masyarakat Desa
  1. Tinggal di daerah yang berada jauh dari perkotaan.
  2. Sifat masyarakat desa cenderung konservatif, menjunjung tinggi norma dan nilai serta loyal dan patuh kepada pimpinan
  3. Penduduk desa kurang terbuka terhadap perubahan, kurang kritis dan cenderung pasrah dengan keadaan hidup
  4. Kurang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Terikat dengan tanah kelahiran dan tradisi nenek moyang yang kuat
  6. Adanya hubungan kekeluargaan yang kuat
  7. Adanya kesamaan garis keturunan, tingkat ekonomi penduduk dan kebudayaan
  8. Mempunyai rasa kasih sayang, cinta dan kesetiaan yang tinggi dalam masyarakat sehingga menimbulkan sifat gotong-royong dan tolong-menolong.

Pengertian Laporan

Pengertian laporan merupakan suatu kegiatan memberikan dan mempublikasikan informasi yang sudah dikumpulkan yang selanjutnya diolah dan kemudian disampaikan secar tertulis. Laporan mempunyai manfaat untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan terhadap masalah tersebut secara cepat. Pada tingkat lebih lanjut suatu masalah bisa dilihat perkembangan solusinya dan bisa ditentukan teknik-teknik terbaru dalam mengatasinya. Bentuk laporan bisa disajikan secara narasi, deskripsi maupun eksposisi.

Jenis laporan terdiri atas : laporan peneltian, laporan peristiwa, laporan wawancara, laporan pengamatan, laporan kegiatan dan laporan perjalanan.

Hal pokok dalam laporan terdiri 5 W dan 1 H.  Yaitu : (what) apa yang akan dilaporkan, (who) siapa yang akan dilaporkan, (when) kapan kejadian/penelitian/laporan itu dibuat, (where) dimana peristiwa dalam laporan itu dibuat, (why) mengapa peristiwa itu bisa terjadi dan (how) bagaimana peristiwa yang akan dilaporkan bisa terjadi.

Pola urutan dalam laporan
a. Urutan berdasarkan waktu
1) masa sesaat sebelum berangkat - 2) Pada waktu perjalanan – 3) sampai di tempat tujuan – 4) selama di tempat tujuan – 5) perjalanan kembali pulang – 6) sampai lagi di rumah
b. Urutan berdasarkan ruang
1) berangkat dari rumah – 2) selama di kendaraan dalam perjalanan – 3) di tempat tujuan – 4) sampai kembali di rumah
c. Urutan berdasarkan kegiatan
1) persiapan perbekalan – 2) berkumpul di lokasi sebelum berangkat – 3) kegiatan selama di tempat tujuan – 4) siap-siap untuk kembali pulang

Contoh Laporan perjalanan menurut urutan waktu
Malam sudah larut ketika jam menunjukkan pukul 23.00 di terminal Bungurasih nampak masih banyak penumpang yang berlalu lalang untuk masuk ke bis antarkota yang hendak mereka tumpang menuju ke kampung halamannya. Khusus bis jurusan Jogja malam itu sulit dicari, dari tadi kami sudah menunggu lama, mungkin bis Jogja sedang diserbu penumpang karena memang pas hari libur.
Sekian lama menunggu akhirnya kami bisa berangkat tepat jam 01.00 pagi dengan bus patas. Perjalanan dini hari yang cukup menyenangkan karena bergerak dengan cepat dan mesinnya halus sehingga terasa sangat nyaman di kursi penumpang dengan minim goncangan jalan. Tak terasa dua jam telah berlalu, tepat jam 03.00 kami berhenti sejenak untuk makan dan istirahat di rumah makan di daerah Caruban.

Contoh Laporan perjalanan menurut ruang
Suasana sangat ramai ketika anak-anak berkumpul di depan sekolah untuk persiapan menuju kota Solo. Tibalah kami naik bus yang nampaknya cukup rapi dengan ruangan yang lega dan dinginya AC yang membuat tubuh sedikit menggigil. Perjalanan berjalan begitu cepat, tibalah kami di kota Klaten yang masih gelap, kami berfikiran mungkin ini terlalu pagi sehingga matahari belum muncul memberikan sinarnya. Di depan kami tampak begitu gelap sehingga jarak pandang hanya 100 meter, sepeda motor pun tak nampak dipandangan kami.
Perjalanan di kota Klaten ini menjadi agak mencekam bahkan terbersit pikiran kami untuk mengurungkan  Menuju ke Jogja. Togel wap tertutup kabut tebal yang kami perkirakan dari Gunung Merapi, perasaan kami begitu gundah takut gunung merapi sedang meletus. Di tengah kebimbangan tersebut kami terus memohon doa minta perlindungan dari Allah. Ternyata itu hanya kabut biasa yang selalu menyelimuti tempat ini, tanpa terasa pagi sudah menjelang tepat pukul 08.30 kami tiba di Jogja dalam keadaan suasana yang cerah dan terang.

Blog Saya Yang Lain