Wednesday, March 22, 2017

Pilihlah salah satu tokoh terkenal dari Kerajaan Mataram Kuno, Medang, Kediri, Singasari dan Majapahit.

1. Rakai Pikatan (Kerajaan Mataram Kuno)
Rakai Pikatan dalam sejarah Mataram Kuno yang diceritakan dalam prasasti mantyasih bahwa raja ke-6 nama Rakai Pikatan. Rentang waktu pemerintahannya dimulai dari tahun 1840 sampai tahun 856 masehi. Rakai Pikatan mempunyai nama asli Mpu Manuku, diceritakan dalam sejarah rakai Pikatan menikahi seorang putri yang bernama Pramodawardhani yang merupakan keturunan dari Wangsa Sailendra kemudian mereka berdua memimpin kerajaan Mataram Kuno.
Rakai Pikatan diangkat menjadi raja setelah Raja sebelumnya ya bernama Rakai Garung mangkat. Ketika menjadi raja rakai Pikatan mempunyai gelar dirinya Sri Maharaja Rakai Pikatan. Dalam memimpin Mataram Kuno, dia bercita-cita menguasai seluruh Jawa Tengah. Tetapi terdapat sebuah penghalang yaitu dari Kerajaan Syailendra yang saat itu dipimpin oleh raja Putra Raja Balaputradewa. Agar niat nyata cita-citanya tercapai rakai Pikatan melakukan siasat dengan menikahi salah satu putri dari wangsa Syailendra yang bernama pramodhawardhani. Hal ini terjadi pertentangan karena saat itu Wangsa Syailendra beragama Budha sedangkan Rakai Pikatan sendiri beragama Hindu Siwa setelah pernikahan terjadi Rakai Pikatan meminta perum Pramodawardhani untuk mengambil lagi tahta kerajaan dari saudaranya Balaputradewa, maka akhirnya terjadi peperangan di mana Rakai Pikatan dan Pramodawardhani berhadapan langsung dengan Balaputradewa, sehingga akhirnya Balaputradewa mengalami kekalahan, Ketika merasa kalah balaputradewa kemudian melarikan diri ke Sumatera.
Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan diceritakan bahwa pada masa itu candi Prambanan didirikan. Hal ini terdapat pada isi dari Prasasti Siwagrha yang ter tanggal 12 November 856. Rakai Pikatan berperan membuat Candi utama dalam Kompleks Candi Prambanan kemudian candi yang lebih kecil yang ada di sekitarnya yang berjumlah sangat banyak itu dibangun oleh raja-raja sesudah Rakai Pikatan. Setelah lama berkuasa rakai Pikatan menyatakan tidak lagi menjadi raja atau turun Tahta dan kemudian menjadi seorang Brahmana dengan gelar yang jatiningrat pada 856 Masehi. Pimpinan kerajaan selanjutnya diambil alih oleh Putra bungsunya yaitu Rakai Kayuwangi.

2. Mpu Sindok (Kerajaan Medang)
Mpu Sindok merupakan seorang raja yang memindah Kerajaan Mataram kuno di Jawa Tengah ke Kerajaan Medang di Jawa Timur. Dia memerintah kerajaan Medang dari tahun 1929 sampai tahun 947. Dia mempunyai permaisuri yang bernama Sri Parameswari Dyah Kebi. Mpu Sindok adalah raja yang memindahkan Kerajaan Mataram kuno di Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Hal ini dilakukan karena istana kerajaan Mataram Kuno hancur karena letusan gunung berapi Gunung Merapi, bencana alam ini menyebabkan keinginan untuk mencari daerah baru yang lebih aman dan tidak dekat gunung merapi, maka dipilihlah Jawa Timur sebagai tempat kerajaan selanjutnya yang dapat diperkirakan pusat Kerajaan berada di daerah Jombang pada saat ini.
Diceritakan dalam beberapa prasasti mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang dengan arif dan bijaksana dia sering memberikan hadiah berupa tanah untuk pendirian bangunan suci dan juga membangun banyak bendungan untuk mendukung kegiatan pertanian, selain itu Mpu Sindok juga sangat toleran terhadap agama-agama yang dianut oleh rakyatnya, penganut agama Hindu dan Budha bisa berdampingan secara damai dalam kerajaan Medang. Bidang kesenian juga berkembang pesat terutama seni sastra dan wayang yang menceritakan tentang Ramayana dan Mahabharata. Setelah lama berkuasa Mpu Sindok meninggal dunia pada tahun 947 kemudian Empu sendok digantikan oleh putrinya yang mempunyai nama Sri Isyana tunggawijaya

3. Jayabaya (kerajaan Kediri)
Kerajaan Kediri pada masa kejayaannya dipimpin oleh seorang Maharaja bernama Jayabaya Dia memimpin Kediri pada tahun 1135 sampai 1157. Sejarah Jayabaya bisa dilihat dari prasasti Jepun, prasasti hantang dan prasasti talan. Pada masa Jayabaya Kediri bisa disatukan karena dia adalah raja yang mampu mengalahkan Kerajaan Jenggala
Dalam memerintah Jayabaya terkenal sebagai raja yang pandai dan bijaksana. Pada saat itu Kerajaan Kediri mencapai ke Puncak kemakmurannya. Jayabaya mempunyai seorang istri bernama Dewi Sarah dia dikaruniai oleh 5 orang anak. Jayabaya merupakan seseorang yang mampu meramal apa yang terjadi di nusantara di masa depan beberapa ramalannya bisa terbukti sampai saat ini. Salah satunya adalah dia meramalkan akan ada orang dari jauh berkulit putih dan berkulit kuning, ternyata benar orang-orang itu adalah orang Belanda dan orang Jepang yang menjajah tanah Nusantara. Kemudian tentang ramalan bahwa nanti ada kereta berjalan tanpa kuda hal itu bisa diasumsikan adalah mobil dan perahu atau kapal yang bisa terbang di awan itu asumsinya adalah pesawat terbang. Dia juga meramalkan bahwa akan ada banyak bencana di nusantara berupa gempa bumi dan bencana yang lain. Selain itu dia juga meramalkan bahwa akan ada musim hujan yang salah musim ini juga diasumsikan sebagai kejadian pada saat itu yaitu terjadinya global warming atau pemanasan global.

4. Ken Arok (Kerajaan Singasari)
ken Arok merupakan pendiri Kerajaan Singasari yang naik tahta pada tahun 1222 sampai pada tahun 1227 sebagai raja yang mempunyai gelar Sri Rajasa san Amurwabhum .Sebelum menjadi raja adipati yang bernama Gajah Para. Ken Arok muda mempunyai cita-cita yang tinggi untuk menjadi raja. Sebagai langkah awal dia berupaya menaklukan Tumapel yaitu wilayah bawahan Kerajaan Kediri mungkin kalau di padankan dengan saat ini setara dengan Kecamatan yang mempunyai seorang pemimpin bernama Tunggul Ametung. Dan upaya itu berhasil, Tunggul Ametung Kalah di tangan Ken Arok. Kemudian Ken Arok  menikahi istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Akhir masa pemerintahan Ken Arok dikarenakan adanya balas dendam dari Anusapati yang merupakan anak Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Dengan meminta bantuan dari pembantunya, Anusapati kemudian membunuh Ken Arok dengan keris Mpu Gandring. Agar bisa menghilangkan jejak Anusapati juga membunuh pembantunya yang tadi. Selanjutnya Singasari diperintah oleh Anusapati.

5. Raden  Wijaya (kerajaan Majapahit)
kerajaan Majapahit didirikan pertama kali oleh Raden Wijaya yang merupakan keturunan dari Kerajaan Singasari beliau merupakan Putra Mahesa Cempaka yang merupakan salah satu pangeran dari Kerajaan Singasari sehingga dari kecil hingga besar Raden Wijaya  hidup di lingkungan Keraton kerajaan singsari. Pada masa akhir pemerintahan raja kertanegara terjadi pemberontakan dari bupati gelang gelang yang bernama Jayakatwang. Raden Wijaya yang saat itu ada di pihak Singasari kemudian melarikan diri ke Madura untuk menemui penguasa Sumenep yang bernama Arya wiraraja. Kemudian Arya wiraraja membuat siasat dengan menyampaikan kepada Jayakatwang bahwa Raden Wijaya bersedia untuk menyerahkan diri dan tunduk kepada kekuasaan Kediri. Tanpa rasa curiga  Jayakatwang memberikan sebidang tanah yang terletak di timur Kota Kediri yang merupakan hutan Belantara, kemundian wilayah itu dijadikan sebuah desa oleh Raden Wijaya desa yang diberi nama Majapahit
Di desa Majapahit inilah Raden Wijaya menyusun kekuatan untuk mencoba lagi merebut Tahta Kediri yang sementara itu dikuasai oleh jayakatwang. Pada suatu hari ternyata ada lebih dari 20.000 pasukan dari Mongolia ingin menyerang  Kertanegara Raja Singasari, padahal mereka tidak tahu bahwa saat itu yang berkuasa adalah Kediri, ketidaktahuan itu dimanfaatkan Raden Wijaya untuk bekerjasama dengan pasukan Mongol menyerang Kediri.
Dengan bantuan pasukan Mongol tersebut, Raden Wijaya mampu menaklukan Kediri yang dipimpin oleh jayakatwang. Kemenangan itu dirayakan dengan meriah oleh pasukan Mongol di atas kapal mereka. Situasi tersebut dimanfaatkan lagi oleh Raden Wijaya untuk memukul balik pasukan Mongol yang sudah tidak lagi dalam keadaan waspada sehingga sebagian besar pasukan Mongol mengalami kekalahan dan terpaksa harus kembali lagi ke daratan Mongolia. Akhirnya Raden Wijaya memproklamirkan berdirinya kerajaan Majapahit yang dia Pimpin dari tahun 1293 sampai 1309 dengan gelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana

Pada masa pemerintahan Raden Wijaya terjadi beberapa pemberontakan, selain itu Raden Wijaya juga membangun dari bawah dan menyusun pondasi yang kuat untuk menjadi kerajaan yang besar di kawasan nusantara. Raden Wijaya mangkat pada tahun 1309, kemudian dilanjutkan oleh putranya  yang bernama Jayanegara.

5 comments:

Blog Saya Yang Lain