Sunday, August 7, 2016

Kebiasaan masyarakat di daerah dengan Suhu udara tinggi dan Suhu udara rendah

Kebiasaan masyarakat pada :
1) Daerah dengan suhu udara tinggi
- Sebagian besar mempunyai pekerjaan sebagai Nelayan dan Petani. Sebagai Nelayan karena memang daerah pantai mempunyai suhu yang tinggi dan selain itu ikan bisa hidup dengan baik pada laut yang hangat. Sebagai petani karena sebagian besar dataran rendah mempunyai lahan sawah yang ditanamai padi yang membutuhkan sinar matahari yang terus-menerus.
- Cara berpakaian cenderung menggunakan pakaian yang berkain tipis karena agar suhu tubuh tetap dingin ditengah terik matahari yang selalu bersinar setiap hari. Selain itu kain yang mudah menyerap keringat menjadi pilihan yang banyak dipakai didaerah pantai atau dataran rendah.
- Bentuk rumah biasanya memiliki banyak jendela dan pintu agar sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik sehingga suhu ruang tetap sejuk dan tidak panas.
- Secara umum sarana mobilisasi penduduk bis dilakukan di jalan maupun di sungai, hal ini dilakukan karena jalan relatif datar sehingga memudahkan penduduk untuk berpindah secara cepat.
- Pola pemukiman mengikuti alur jalan dan pinggir sungai berderet memanjang, hal ini untuk memudahkan gerak mobilitas dan tempat mencari penghidupan.

2) Daerah dengan suhu udara rendah
- Penduduknya bekerja sebagai petani kebun atau perkebunan, hal dikarenakan banyak tanaman perkebunan yang hanya bisa tumbuh di daerah bersuhu sejuk sampai dingin di pegunungan, misalnya : Apel, Jeruk, Teh, dan anggur. Selain itu mereka juga bertani dengan menanam sayur-sayuran yang bisa tumbuh subur di temperatur yang dingin.
- Mode berpakaian orang yang tinggal di daerah suhu rendah biasanya mengunakan kain atau bahan yang tebal misalnya : jaket dan sweater. Hal ini dilakukan agar suhu tetap hangat ditengah hawa yang dingin.
- Bentuk rumah cenderung tertutup dengan sedikit ventilasi udara, hal ini supaya udara dingin tidak masuk dan dalam rumah tetap hangat, selain itu biasanya di dalam rumah ada perapian.
- Pola pemukiman cenderung menyebar terbagi pada daerah yang datar di beberapa tempat pada bukit yang tinggi. Biasanya mereka mendekati mata air atau sungai yang ada dipegunungan supaya mudah mendapatkan air.
- Mobilitas penduduk sulit dilakukan karena kondisi alam yang berlereng-lereng dan kemiringan bikit yang tajam sehingga alat-alat transportasi umum sulit melaluinya.

Keadaan perekonomian masyarakat, Penguasaan iptek dan Kondisi pendidikan Indonesia

Indikator
1. Keadaan perekonomian masyarakat Indonesia
a) Deskripsi
- Keadaan perekonomian Indonesia masih memprihatinkan dengan angka kemiskinan mencapai 28.590.000 orang atau 11,22 % dari seluruh penduduk Indonesia. Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial antara antara yang kaya dan yang miskin, selain itu juga adanya rendahnya daya beli.
- Selain itu ada pengangguran yang cukup signifikan mencapai jumlah 7.560.000 orang. Hal ini dikarenakan kurangnya lapangan kerja yang tersedia.
- Angka inflasi yang masih rata-rata 5% tahun menyebabkan harga barang kebutuhan pokok terus naik dan sulit dibeli oleh penduduk.
b) Upaya perbaikan
- Menekan angka kemiskinan dengan memberikan modal kepada rakyat untuk bisa berusaha secara mandiri, misalnya memberikan kredit usaha tani untuk petani dan nelayan, kredit usaha rakyat untuk pengusaha kecil menengah.
- Peningkatan investasi baik dari dalam maupun luar negeri untuk menciptakan lapangan kerja baru sehingga bisa mengurangi pengangguran di masyarakat.
- Pemerintah harus menyediakan barang kebutuhan pokok dalam jumlah yang banyak dan memadai sehingga tidak terjadi kekurangan kebutuhan pokok, selain itu perlu ada subsidi agar harga kebutuhan pokok tidak naik dan bisa dijangkau oleh masyarakat.

2. Penguasaan Iptek
a) Deskripsi
- Masih rendahnya inovasi teknologi yang ada, Indonesia masih sangat tergantung produk teknologi dari negara lain, misalnya : Jepang, Korea, USA dan Uni Eropa.
- Jumlah penelitian yang masih sedikit, hal ini dikarenakan rendahnya hasil penelitian dari universitas-universitas yang ada di Indonesia, selain itu masih rendahnya anggaran penelitian dari pemerintah.
- Masih rendahnya lulusan perguruan tinggi, karena biaya kuliah yang sangat tinggi sehingga masyarakat biasa sulit melanjutkan pendidikannya.
b) Upaya perbaikan
- Perlu ada dorongan dari pemerintah dalam melakukan inovasi teknologi dengan mengadakan penelitian dengan bantuan anggaran dari pemerintah. Selain itu perlu kerjasama dengan negara yang sudah maju teknologinya agar terjadi alih teknologi yang bisa diserap oleh putra Indonesia.
- Adanya beasiswa bagi calon mahasiswa yang kurang mampu sehingga mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

3) Kondisi pendidikan
a) Deskripsi
- Masih banyaknya penduduk yang hanya lulus pendidikan dasar atau SD, hal ini disebabkan rendahnya kemampuan ekonomi penduduk tersebut.
- Masih kurangnya jumlah sekolah didaerah-daerah terpencil karena masih belum tersentuh pembangunan.
- Banyaknya lulusan sekolah yang masih belum memiliki keterampilan hidup sehingga sulit terserap lapangan kerja.
- Kurangnya jumlah tenaga pendidikan dan guru di daerah-daerah terpencil dan daerah terluar negara Indonesia.
b) Upaya perbaikan
- Perlu pembangunan gedung-gedung sekolah baru di seluruh Indonesia dari sekolah dasar sampai pada perguruan agar setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
- Perlu dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) yang bisa membina pemuda-pemuda untuk memperoleh keterampilan agar mereka bisa segera memperoleh pekerjaan.

- Dibuat program GDD atau Guru Garis Depan dimana guru-guru baru ditempatkan di daerah-daerah terpencil diseluruh Indonesia agar sekolah-sekolah bisa mendapatkan guru-guru yang berkualitas. 

Saturday, August 6, 2016

Informasi tentang beberapa provinsi tentang wujud budaya, nama budaya dan deskripsinya

1. Provinsi  Jawa Timur yang berwujud tarian bernama Reog Ponorogo. Tari ini terdiri atas dadak merak berupa topeng berbentuk kepala harimau dengan bulu burung merak dan diiringi warok .Reog dipentaskan untuk berbagai acara, misalnya pernikahan & hari besar Nasional.

2. Provinsi Aceh yang berwujud tarian yang mempunyai nama Tari Saman, tarian yang dimainkan belasan orang dengan jumlah ganjil. Gerakannya memadukan tepuk tangan & tepuk dada. Pemanfaatan tarian ini untuk perayaan adat dan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

3. Provinsi Jakarta berupa teater tradisional yang bernama lenong. Sandiwara  Betawi yang dimainkan dengan bahasa Betawi khas ibukota Jakarta, biasanya pementasan lenong diiringi alunan musik gambang kromong. Kesenian ini biasanya digunakan untuk menghibur ketika ada hajatan dan peringatan hari-hari besar.

4. Provinsi Jawa Barat berwujub budaya sandiwara tradisional dengan boneka kayu yang bernama wayang golek, kesenian ini dimainkan dengan boneka kayu oleh dalang yang menceritakan cerita rakyat. Selain untuk pertunjukkan wayang juga berfungsi untuk ngaruat, yaitu membersihkan diri dari marabahaya.

5. Provinsi Bali yang mempunyai wujud budaya tarian yaitu tari kecak. Tarian ini dimainkan oleh banyak orang dengan posisi melingkar yang menceritakan cerita Ramayana. Fungsi dari tari ini biasanya digunakan untuk hiburan dan melestarikan kisah-kisah Ramayana.


6. Provinsi Sumatera Barat terdapat wujud budaya tarian bernama tari piring. Setiap penari meletakkan 2 piring di kedua telapak tangannya yang selanjutnya mereka mengayun-ayunkan piring tersebut dengan gerakan-gerakan yang semakin cepat. Tari ini berfungsi untuk hiburan dan kegiatan hari-hari besar. 

Deskripsikan kondisi fisiografis beberapa pulau lainnya di Indonesia

Keadaan fisiografi sumatra
a) Ada Pegunungan Bukit Barisan disebelah barat Pulau sumatera yang berderet dari utara di Aceh sampai ke selatan di Lampung, bukit barisan mempunyai  panjang mencapai 1650 km. Dalam bukit barisan terdapat  Gunung Kerinci di Provinsi Jambi deengan ketinggian 3.805 m dpl. Bukit Barisan terbentuk karena ada  pertemuan antara lempeng Eurasia dengan Australia.
b) kaki gunung bukit barisan yaitu  timbunan endapan tebal pada cekungan  yang terangkat dengan  tenaga endogen. Pada umumnya  banyak ditemukan minyak bumi diwilayah ini.
c) Ada dataran rendah pada wilayah  timur sumatra, dataran rendah ini terletak disamping bukit barisan yang banyak terdapat rawa.

Fisiografi Pulau Jawa:
a)    bagian selatan,
Merupakan rangkaian plato yang berlereng dengan miring ke arah samudera Hindia. Di  bagian selatan  ini banyak yang sudah  terkikis sehingga bentuk platonya hilang.  Terdapat juga  dataran aluvial di Jawa  tengah.

b)    Bagian tengah,
Di wilayah ini banyak terdapat gunung berapi. Di Jawa Tengah terdapat  pegunungan serayu selatan. Serta di daerah Banten terdapat  bukit & pegunungan.

c)    Bagian utara,

Terdapat bukit-bukit yang rendah dan pegunungan dengan beberapa gunung api yang masih aktif. Dibagian ini juga ada  dataran aluvial.
Fisiografi Pulau Kalimantan
- Sebagian besar wilayah Kalimantan merupakan perbukitan di sana ada lajur Kalimantan Tengah, cekungan kutai yang cukup luas di kalimantan Timur. Ada cekungan kalungau dan cekungan melawi di Kalimantan Barat. Ada daerah dataran tinggi di Kalbar yang merupakan pegunungan schwaner. Ada dataran rendah di wilayah pesisir barat sampai selatan kalimantan, di Kalsel ada cekungan barito yang membentang sampai Kalimantan Tengah.

Friday, August 5, 2016

Sebaran gunung dan gunung berapi di Indonesia

1. Gunung Argapura di provinsi Jawa Timur  merupakan gunung tidak aktif dengan ketinggian 3.088 meter
2. Gunung Arjuno di Jatim adalah gunung aktif yang mempunyai ketinggian 3.339 m dpl.
3. Gunung Galunggung di Tasikmalaya Jawa Barat merupakan gunung berapi yang masih aktif yang memiliki tinggi 2.167 meter.
4. Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah & Jawa Timur merupakan gunung api yang sudah lama tidak aktif dengan ketinggian  3.265 m dpl.
5. Gunung Pangrango di kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat yang merupakan gunung api Aktif dengan tinggi 3.019 meter
6. Bukit Raya atau Gunung Raya ada wilayah Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah merupakan gunung yang tidak aktif dengan ketinggian 2.278 m
7. Gunung Sinabung merupakan gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang mempunyai ketinggian 2,460 m dpl
8. Gunung Kerinci ada di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat yang merupakan gunung api yang masih aktif dengan tinggi gunung mencapai 3.805 m dpl.
9. Puncak Jaya yang terletak di Papua merupakan gunung yang tidak aktif dengan ketinggian 4.884 m dpl
10. Gunung Bromo terletak di kabupaten Probolinggo Jawa Timur merupakan gunung api yang aktif yang mempunyai tinggi 2,329 m dpl.
11. Gunung Rinjani berada di Pulau Lombok, NTB. Gunung api yang masih aktif dengan tinggi 3.726 m dpl
12. Gunung Agung ada di Kabupaten Karangasem provinsi Bali, merupakan gunung api aktif dengan ketinggian 3,031 m dpl

Dampak yang ditimbulkan akibat sebaran penduduk Indonesia yang tidak merata

1. Persebaran penduduk Indonesia tidak merata disebabkan :
a. Sejarah dari perkembangan daerah-daerah pesisir dan pelabuhan yang ramai ketika jaman Hindu-Budha, Islam dan masa kolonial Belanda sehingga memunculkan kota-kota yang berkembang pesat dengan jumlah penduduk yang besar, misalnya : Batavia, Surabaya, Aceh, Semarang, dll. Kota-kota tersebut sampai sekarang menjadi kota yang mempunya penduduk yang berjumlah banyak sedangkan daerah lain hanya mempunyai penduduk yang sedikit.
b. Adanya perbedaan kesuburan tanah, contohnya : pulau Jawa yang sebagian besar mempunyai tanah yang subur, sehingga menarik perhatian penduduk untuk pindah ke sana dan pulau Jawa, sampai sekarang Pulau Jawa menjadi pulau terpadat di Indonesia.
c. Perkembangan peradapan kerajaan-kerajaan Nusantara, Misalnya Majapahit, Sriwijaya, Pajajaran, Demak, Samudera Pasai dan lain-lain, menyebabkan banyaknya konsentrasi perkembangan penduduk pada beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan sampai sekarang kerajaan-kerajaan itu menjadi beberapa kota besar, misalnya Sriwijaya menjadi Palembang, Majapahit menjadi Mojokerto, Pajajaran menjadi Jawa Barat. Dll
d. Perbedaan hasil pembangunan dan investasi, daerah perkotaan yang mengalami pembangunan dan investasi yang tinggi menjadi daya tarik penduduk untuk pindah untuk mencari pekerjaan. Mobilisasi ini menyebabkan jumlah penduduk perkotaan menjadi sangat padat sedangkan di daerah pedesaan menjadi sangat sedikit.

2. Dampak yang ditimbulkan karena sebaran penduduk Indonesia tidak merata.
a. Terjadinya kesenjangan sosial ekonomi, dimana beberapa daerah mempunyai pendapatan yang tinggi sedangkan daerah yang lain mempunyai pendapatan yang rendah.
b. Munculnya penggangguran di daerah perkotaan sedangkan daerah pedesaan kekurangan tenaga kerja.
c. Tidak meratanya pembangunan, beberapa daerah mengalami pembangunan yang pesat sedangkan ada daerah yang terhambat pembangunannya karena kekurangan penduduk dan tenaga kerja.

3. Cara supaya penduduk Indonesia menjadi merata pada masa yang akan datang.
a. Melaksanakan program transmigrasi untuk memindahkan sebagian penduduk ke beberapa pulau yang mempunyai penduduk sedikit.
b.  Pemerataan investasi sehingga memunculkan industri-industri baru yang menyerap tenaga kerja di berbagai daerah.

c. Pemerataan pembangunan, misalnya : pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan di daerah-daerah sehingga bisa meningkatkan taraf sosial ekonomi di daerah-daerah yang masih tertinggal. 

Wednesday, August 3, 2016

Jumlah dan sebaran tenaga kerja Indonesia

A. sebaran tenaga kerja Indonesia
Deskripsi atau gambaran singkat :
Jumlah tenaga kerja terbanyak masih ada di pulau Jawa, sedangkan di luar Jawa masih sedikit. Sehingga daerah di luar Jawa mengalami kekuraangan tenaga kerja untuk bidang kehutanan, pertanian dan perkebunan. Selain itu dengan angkatan kerja yang banyak di pulau Jawa menimbulkan pengangguran yang cukup besar, sementara di luar Jawa banyak membutuhkan tenaga kerja untuk pembangunan.

Permasalahan :
1. Banyaknya pengangguran di Pulau Jawa sedangkan di Luar Jawa Kekurangan tenaga kerja
2. Pembangunan jadi tidak merata karena lebih banyak tenaga kerja ahli  bekerja di Pulau Jawa

Alternatif Solusi :
1. Perlu ada investasi yang besar di Luar Pulau Jawa yang menyerap tenaga kerja yang besar, sehingga banyak tenaga kerja yang pindah ke Luar Jawa
2. Adanya program transmigrasi yang bisa memeratakan pembangunan di daerah di luar Jawa

B. Komposisi  tenaga kerja berdasarkan usia
Deskripsi atau gambaran singkat :
Jumlah Tenaga kerja menurut umurnya pada tahun 2015 paling banyak berusia 35-39 tahun yaitu 15.544.090 orang, sedangkan yang berumur antara 30 – 34 tahun berjumlah 15.232.177 orang dan urutan ketiga yang berumur 40-44 tahun sberjumlah 14.818.707 orang.


Permasalahan :
1. Masih banyak penduduk yang dibawah umur atau pekerja anak
2. Angka penggangguran pada usia produktif masih tinggi

Alternatif Solusi :
1. Harus ada undang-undang perlindungan anak. Perusahaan dilarang untuk memperkerjakan anak di bawah umur.
2. Perlu adanya balai latihan kerja dan mendorong masyarakat untuk berwiraswasta.

C. Komposisi tenaga kerja berdasarkan pendidikan
Deskripsi atau gambaran singkat :
berdasarkan tingkat pendidikannya pada tahun 2015, Tenaga Kerja lulusan SD dominan mencapai 31.533.029 orang,  sedangkan pendidikan SMP berjumlah  21.472.821 orang dan urutan ketiga pendidikan SMU berjumlah 19.804.914 orang. Untuk Universitas berjumlah 10.020.840 serta diploma berjumlah 3.140.091.

Permasalahan :
1. Banyaknya tenaga kerja yang hanya lulusan SD sehingga hanya bekerja pada bidang fisik atau jasamani
2. Banyaknya penggangguran dari lulusan pendidikan tinggi

Alternatif Solusi :
1. Memperluas pembangunan pendidikan dan melakukan program wajib belajar.
2. Memberi keterampilan bagi mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk bisa berwirausaha

Komposisi tenaga kerja berdasarkan mata pencaharian
Deskripsi atau gambaran singkat :
BPS 2015 memberikan data tenaga kerja pada sektor pertanian berjumlah 40.122.815, pada sektor  perdagangan berjumlah 26.647.168 orang, dan urutan selanjutnya pada sektor industri berjumlah 16.382.756 orang. Dan yang lain bekerja di sektor lainnya.

Permasalahan :
1. Sebagian besar tenaga kerja sektor pertanian hanya sebagai buruh tani sehingga pendapatannya masih rendah
2. Masih rendahnya jumlah pengusaha dan wirausaha

Alternatif Solusi :
1. Memberi penyuluhan pertanian dan keterampilan bagi petani agar pendapatannya meningkat.
2. Membuka lahan pertanian baru dengan program transmigrasi.
3. Memberikan pendidikan wirausaha secara berjenjang dan memudahkan pemberian kredit kepada calon pengusaha baru

Blog Saya Yang Lain